batu-baru ini aku dapet tugas meresensi buku agama. di suruh beli 2 buku setebel guling -__- buset bacanya aja males, gambarnya cuma sedikit sih (maklum kebiasaan baca komik). tapi mau gak mau harus segera di kumpulin.... haaaaah aku kan bukan tipe cewek yang suka baca-baca buku ngebosenin kayak gono.. tapi ya mau gak mau harus tetap beli, baca, dan kerjakan. tapi setelah aku baca-baca ternyata banyak manfaatnya juga loh (mulai insap kali ya?) coba deh kalian simak resensi aku. walopun gak bagus-bagus amat sih,, jangan di hina ya pliss (nanti aku sedih -__-) mungkin banyak slahnya, dimaklumin aja yah...
RESENSI BUKU
“Surga dan Neraka Tiga Agama”
(Suatu Studi
Komparatif)
Penulis Ngakan Made Madrasuta, Penerbit MEDIA HINDU,
Terbitan tahun 2014 , Tebal xx+275 halaman
Oleh:
Ni Wayan
Satya Ayu Wiresti
NIM : E1D014037
Neraka
adalah tempat penyiksaan yang sangat kejam, terhadap orang-orang berdosa,
sebagian besar karena beriman yang salah atau tidak beriman, kurangnya ibadah
dan juga karena pelanggaran atas moral. Surga digambarkan sebagai tempat yang
indah, mewah, bagi orang-orang beriman, yang rajin beribadah. Karena itu
orang-orang yang ingin menikmati hidup bahagia di surga lebih taat beribadah
dan lebih banyak melakukan perbuatan baik. Agama memberikan gambaran surga dan
neraka untuk membuat penganutnya melakukan perbuatan yanng mulia. Akan tetapi
John Lennon, pemimpin band “The Beattles” yang disebut sebagai kelompok pemusik
paling terkenal di abad 20 an dalam lagunya Imagine
menyatakan pendapat lain : seandainya tidak ada surga,neraka, negara,
kepemilikan, semua manusia didunia akan hidup dalam damai. Lalu bagaiman
menurut Tiga agama (Kristen, Islam , Hindu) mengenai Surga dan Neraka?
Menurut
agama Kristen kata hell dalam Alkitab
berbahasa Inggris diterjemahkan dari sheol
(bahasa Ibrani ) dan gehenna (bahasa
Yunani). Gehenna menunjukkan tempat yang ditetapkan oleh Tuhan sebagai
penghukuman dari orang-orang jahat setelah kematian adalah mutlak bagi
pemahaman Kristen. Gehenna dalam perjanjian baru, digambarkan sebagai tempat
dimana jiwa dan tubuh hancur (Matius 10.28) dalam “api yang tak terpadamkan”
(Markus 9.43). Kata ini diterjemahkan sebagai hell (neraka) atau hell fire
(api neraka) dalam versi bahasa inggris. Sedangkan banyak alkitab versi modern,
seperti New International Version,
menerjemahkan sheol sebagai “kuburan “
dan hanya transliterasi hades. Umumnya disepakati bahwa sheol dan hades
biasanya tidak mengacu pada tempat hukuman kekal, tapi kepada kuburan, tempat
tinggal, sementara orang mati, dunia bawah. Kristen percaya bahwa Allah itu
adil dan fair, sehingga tidak bisa membiarkan kejahatan tidak dihukum. Beberapa
orang Kristen percaya bahwa neraka adalah tempat siksaan dan penderitaan, dan
pemisahaan dari Allah. Lainnya(sebagian besar) percaya bahwa neraka adalah
keadaan rohani yang terpisah dari Tuhan secara kekal. Kristen memandang neraka
umumnya sebagai tempat atau keadaan dimana jiwa-jiwa orang yang terkutuk
menderita konsekuensi dari dosa-dosa mereka selamanya. Menurut Dr. Jaerock Lee
dalam bukunya yg berjudul “NERAKA” ia telah memperoleh verifikasi langsung dari
Allah setelah puasa dan berdoa selama 7 tahun , bahwa betapa kejam dan sadisnya
siksaan di neraka Kristen. Contoh pertama adalah hukuman di Hades. Hades adalah tempat penantian
sementara, letaknya di lapisan paling atas neraka. Hades itu gelap dan lembab,
dan jiwa-jiwa dapat merasakan panas yang menyengat disana. Jiwa-jiwa yang tidak
diselamatkan akan terus menerus disiksa dengan pukulan, patukan, dan cabikan.
Sedangkan
The Oxford Dictionary of World Religions
memberikan definisi atau gambaran singkat tentang surga Kristen sebagai berikut : Surga
dipandang sebagai tempat tinggal Tuhan dan para malaikat, dan akhirnya semua
orang yang ditebus dosanya , dimana mereka menerima upah mereka yang abadi.
Doktrin Katolik tradisional berpendapat bahwa jiwa dari mereka yang meninggal
dalam keadaan rahmat, yang telah pertama-tama dibersihkan dari dosa-dosa mereka
di dalam api penyucian (purgatory,
menurut Katolik) akan masuk surga, dimana mereka menikmati kebahagiaan
sempurna. Di surga orang Kristen yang beriman memiliki tubuh peralihan (intermediate body), yang berbeda dari
tubuh yang dibangkitkan yang akan dimiliki oleh semua pengikut Yesus pada saat
pengangkatannya dari bumi ke surga. Orang Kristen percaya akan mengingat
kehidupan mereka di bumi dan akan
meneruskan hubungan mereka dengan keluarga dan teman-teman di Surga dan bisa
terus melakukan aktifitas-aktifitas seperti bermain bowling, golf, berpesta,
dan lain-lain. Di surga, orang-orang percaya akan menyembah Tuhan , hakim dan
aturan ( I Korintus 6:2-3), membangun kembali kota (Amos 9:14, Yesaya 61:4),
menulis musik (Wahyu 14:13), pertanian, memelihara ternak, dan terus
menggunakan bakat/talenta mereka yang diberikan Tuhan yang mereka miliki di
bumi untuk menghormati Tuhan, menurut sarjana Injil Dr. Paul Enns. Oleh karena
itu bisa ditarik kesimpulan dari pernyataan Jaerock dan Enns, bahwa kehidupan
di surga sama dengan di Bumi, akan tetapi lebih baik, berarti di surga ada
perkawinan dan hubungan seksual akan tetapi lebih baik.
Di
dalam Islam Neraka disebut ‘Jahannam’ dan manusia sebagai bahan bakar untuk api
Jahannam bersama dengan jin kafir dan batu . Jahannam (Ibrani: gehinom, Yunani : gehenna), seringkali disebutkan dalam Quran. Kata ini artinya
neraka, memiliki tujuh pintu (39.71;15.43), dan tingkat yang berbeda. Tujuh
pintu ini mewakili tujuh anggota tubuh manusia yang merupakan sumber
kedurhakaan, yaitu : mata, telinga, lidah, perut, kemaluan, kaki, dan tangan.
Tiap-tiap pintu untuk kelompok tertentu. Ada ulama yang mengartikan pintu
sebagai tempat masuk, ulama lain mengartikan sebagai tingkat. Uraian Al-Qur’an
tentang neraka sungguh-sungguh mengerikan. Neraka adalah “api yang
berkobar-kobar, mengelupaskan kulit kepala. Dia adalah api yang disiapkan Allah
berkobar dan (membakar) sampai ke hati, dia ditutup rapat atas mereka, mereka
diikat pada tiang-tiang yang panjang”.Menurut Wikipedia, Jahannam digambarkan memiliki
tujuh gerbang, masing-masing untuk kelompok orang-orang berdosa tertentu; para
pendosa itu memiliki derajat-derajat (atau tingkatan) berdasarkan perbuatan
mereka dan orang-orang munafik berada di tempat terdalam Jahannam. Jahannam
juga dikenal dengan nama Arab yang berbeda seperti dikutip dalam Al-Qur’an : Hawia, Jahim, Saqr, Hutama, Nar, Way, Al Athab.Malik adalah penjaga gerbang neraka. Malik di
dalam Hadis juga memberikan citra fisik Jahannam dengan mengklaim bahwa api
Jahannam adalah tujuh puluh kali lebih besar daripada api bumi dalam bab 57,
Jahannam hadis nomor 1. Ia juga menggambarkan bahwa api sebagai “lebih hitam
dari aspal”. Orang-orang pendosa Penghuni neraka pun makan dan minum, tetapi
makanannya adalah ghislin yakni
“darah dan nanah”. Ada juga makanan “dhari”
yakni “pohon yang berduri yang tidak menggemukkan dan tidak pula menghilangkan
rasa lapar. Buahpun tersedia, tetapi buah Zaqqum
“Ia adalah makanan pendurhaka, ia bagaikan kotoran minyak yang mendidih di
dalam perut, seperti mendidihnya air yang sangat panas”. Berbagai kelompok
orang yang akan dikirim ke Jahannam meliputi : orang-orang kafir, orang-orang
munafik, musyirik, ahli kitab (Yahudi dan Kristen) yang menolak kebenaran,
orang sombong penolak kebenaran , orang-orang berdosa dan penjahat, tiran,
orang-orang yang tidak adil, orang yang melampaui batas, penyembunyi wahyu
Allah, penganiaya orang-orang beriman (Muslim),orang-orang yang bunuh diri, dan
para pembunuh. Al-Bukhari dalam buku 72:834 menambahkan daftar penghuni Jahannam dengan menyatakan
“Orang-orang yang akan menerima hukuman terberat dari Allah adalah pembuat
gambar”(pelukis, dapat juga ditambahkan pematung, pembuat film). Mayoritas
penghuni neraka adalah perempuan karena mereka tidak berterimakasih kepada
suami mereka.
Sedangkan
istilah Arab untuk Surga adalah Janna,
‘kebun’ dan firdaws, (paradise dalam bahasa Inggris).
Al-Qur’an menyebut jannat al-na’im ‘kebun
kenikmatan’ (10.9); jannat ‘Adn,
‘Taman Eden’(19.62; 61.12); taman yang dibawahnya sungai-sungai mengalair
(3.137; 61.12). gambaran surga Islam menurut Wikipedia : Bahasa Arab “Jannah” artinya tempat yang
kekal bagi umat Islam , adalah konsepsi
Islam tentang surga. Kata Arab Jannah dalam versi singkat berarti hanya
“Kebun”. Deskripsi surga disebutkan secara sangat rinci dalam Al-Qur’an, hadis
dan tafsir tradisional. Surga digambarkan dikelilingi oleh delapan gerbang
utama, masing-masing tingkat umuumnya dibagi menjadi seratus derajat.
Menurut
hadis , ada delapan pintu Jannah, yang nama-namanya dalah sebagai berikut:
1. Bab
al-Salah : Bagi mereka yang tepat waktu dalam salat (sembahyang).
2. Bab
al- jihad : bagi mereka yang mengambil bagian dalam jihad (perang untuk membela
dan menyebarkan Islam).
3. Bab
al-Shadaqah : Bagi mereka yang memberi amal lebih sering.
4. Bab
al-Rayyan : Bagi mereka yang berpuasa (shaum)
5. Bab
al-Hajj : Bagi mereka yang
berpartisipasi dalam ziarah tahunan (naik haji)
6. Bab
al-Kazimin al-Ghayz wa-al-‘Afin’ an al-Nas : Bagi mereka yang menahan kemarahan
ereka dan mengampuni orang lain.
7. Bab
al-ayman : Bagi mereka yang berdasarkan iman mereka diselamatkan dari
pembalasan dan siksa.
8. Bab
al-Dzikr : Bagi mereka yang menunjukan semangat dalam mengingat Allah.
Level tertinggi dikenal sebagai Firdaws
(kadang disebut Eden). Ini akan dimasuki pertama oleh Muhammad, diikuti
kemudian oleh mereka yang hidup dalam kemiskinan, dan kemudian yang paling
saleh. Rombongan ini akan disambut oleh malaikat dengan salam perdamaian atau
As-Salamu Alaykum. Mereka yang meninggal dalam perang jalan Allah (jihad)
dijamin masuk surga dengan segera.Menurut Al-Qur’an, kriteria dasar untuk keselamatan di
akhirat adalah iman (keyakinan) pada satu Tuhan (tauhid), pengadilan akhir ,
perbuatan baik, dan akan semua utusan Allah, serta percaya bahwa Muhammad
adalah nabi Allah terakhir.Teks-teks Islam menggambarkan kehidupan bagi
penduduk surga sebagai : hidup bahagia – tanpa luka, sedih, takut atau malu –
dimana setiap keinginan terpenuhi. Satu hari di surga dianggap saama dengan
seribu tahun di bumi. Muhammad mengatakan surga dibuat dari bata merah dari
emas dan bata merah dari perak. Batu-batunya berupa intan dan yakut, sedangkan
tanah-tanahnya adalah za’faran. Istana-istana tempat tinggal para penghuni
surga di buat dari batu bata emas, perak , mutiara, dll. Di surga mereka tidak
tidur, karena tidur saudaranya mati, sehingga mereka selalu dalam kesibukan
yang menyenangkan. Sekali-kali mereka bercengkrama, di lain kali mereka
menengok ke neraka, melihat kenalannya di dunia. “Maukah kamu (wahai
kawan-kawan penghuni surga) pergi meninjaunya (dan melihat temannya di dunia
dulu yang kini ada di neraka). Maka merekapun pergi . ada kenikmatan melihat
orang lain, apalagi teman sendiri yang menderita sedangkan diri sendiri
berbahagia untuk mengetahui atau menyadari betapa beruntungnya dirinya. Senang melihat orang
susah. Bahagia karena ada orang lain yang menderita, atau menikmati penderitaan
orang lain denagn bahagia. Orang menilai, Al-Qur’an hanya menguraikan
kenikmatan surga untuk kaum pria. Salah satu buktinya antara lain uraian
tentang istri-istri (jumlahnya lebih dari 2, ada yang mengatakan sampai 72
orang ) yang akan mendampingi kaum pria, dan dinilai suci dari haid. Menurut
Quraish Shihab, kalaupun Qur’an hanya bicara tentang isri-istri yang disiapkan
untuk kaum pria, ini bertujuan memelihara rasa malu wanita galibnya enggan
dinilai berhasrat terhadap pria. Ada juga yang mengatakan para istri dan kaum
perempuan di dunia tidak disebutkan mendapat suami-suami di surga karena
Muhammad tidak ingin menyinggung perasaan para sahabatnya, bila istri-istri
mereka melakukan hubungan seksual dengan laki-laki lain. Muhammad sendiri juga
banyak punya istri. Quraish menafsirkan kata Hur’ris dari kaedah bahasa Arab
yang bisa berarti netral, feminin maupun maskulin. Hur’ris bisa berarti
bidadari maupun bidadara. Jadi dengan demikian, bukan hanya laki-laki yang
mendapat istri perawan, tetapi para muslimah penghuni surga pun mendapat
suami-suami yang perjaka.
Terlepas dari tempat tinggal bagus dan
kenikmatan lainnya, persetujuan Allah dan kedekatan dengan Dia dianggap lebih
besar. Menurut Al-Qur’an, Allah akan membawa umat pilihan ke dekat tahtanya (‘arsy, kursinya), suatu hari dimana
“beberapa wajah akan bersinar di dalam merenungkan Tuhan mereka “.
Kristen
dan Islam berlomba-lomba dalam kebengisan, kekejaman, kesadisan dan kebrutalan
melalui nerakanya masing-masing. Perbedaan besar antara Jahannam da neraka di
Kekristenan adalah ide tentang tingkat yang berbeda. Kristen melihat neraka
sebagai “jurang maut tanpa dasar”, sedangkan Jahannam diyakini memiliki tujuh
tingkat, masing-masing untuk dosa-dosa yang berbeda.
Sedangkan
untuk Surga, di dalam surga Islam, tidak dijelaskan apa pekerjaan para
penghuninya, kecuali bermalas-malasan diatas divan emas selama 70 tahun, pergi
ke pasar setiap Jumat, bertamasya ke neraka untuk melihat-lihat penyiksaan di
sana, makan, minum, yang melimpah ruah, serta melakukan hubungan seksual dengan
para istrinya, tanpa kenal lelah. Di Surga Kristen, menurut Jaerock Lee, ada
kebaktian mingguan yang dipimpin langsung oleh Allah. Apakah mereka juga
merayakan natal, paskah dll, tidak dijelaskan. Demikian juga tidak ada
penjelasan apakah orang-orang muslim penghuni surga melakukan ibadah Islam
seperti salat lima waktu, salat jumat, puasa dll. Mereka tampaknya sibuk
melakukan hal-hal yang menyenangkan.
Lalu
bagaimana dengan Hindu?
Neraka
dan surga dalam Hindu berasal dari bahasa Sansekerta, ‘Naraka’ dan ‘Svarga’.
Neraka di dalam Sruti pada awalnya bersifat alegoris (perumpamaan),
pertama-tama dialami sebagai negasi (kontradiksi atau penolakan) kemudian
dikembangkan dalam imajinasi yang kaya di dalam Purana. Bagi para maharesi Weda
neraka adalah asat, ketiadaan
eksistensi, ketiadaan realitas (non-being)
atau kematian yang menakutkan. The Oxford
Dictionary of World Religions menjelaskan tentang neraka sebagai berikut:
Naraka ( Pali: Niraya) dalam agama Hindu
dan Buddha, adalah keadaan hukuman, sejajar dengan neraka dalam agama lain.
Tetapi dalam kedua agama ini, hukuman itu tidak permanen, karena kelahiran
kembali (reinkarnasi, punarbhava) terus berlanjut. Didalam agama Hindu ada
banyak neraka – jumlahnya berbeda-beda di dalam berbagai pustaka (umumnya
Purana) berkisar antara 10-21 –semuanya dengan sub-sub bagian masing-masing.
Swami Harshananda dalam A Concise
Encyclopedia of Hinduism, menjelaskan tentang neraka sbb: Naraka secara definisi artinya ‘pergi
ke bawah’ atau ‘suatu tempat dimana tidak ada kebahagiaan sama sekali’. Yama
dianggap sebagai penguasa dari wilayah kematian dari istananya yang disebut
‘Sanyamani’ yang agung dan indah. Satu bagian dari ibu kotanya merupakan tempat
bagi berbagai naraka kemana orang-orang yang berbuat jahat dikirimkan.
Ramanuja, filsuf utama Visistadvaita Vedanta dengan tegas mengatakan tidak ada
neraka di dalam agama Hindu, jiwa manusia yang belum mencapai surga dan Moksa
langsung lahir kembali kedunia menurut karma phala yang sudah di buatnya semasa
hidup. Karma phala sendiri artinya hasil perbuatan yang setimpal dengan
tindakan. Tidak lebih tidak kurang. Tidak ada upah berlebihan, demikian juga
tidak ada hukuman yang eksesif, apalagi bersifat kekal atau abadi. Mereka lahir
kembali ke dunia ini, yang disebut samsara,
atau dunia yang terus berubah, senang-sedih, bahagia-menderita,
sehat-sakit, lahir-mati. Sifat hukuman ataau penderitaan di dalam Hindu
bukanlah balas dendam (retribusi) tetapi untuk mendididk dan memperbaiki diri
(rekonstruksi). Manusia diberikan kesempatan untuk memperbaiki dirinya dengan
bertindak benar (subha karma).
Hindu
tidak menekankan iman yang benar (ortodoksi), tetapi lebih pada tindakan yang
benar (ortopraksi). Tujuan tertinggi dalam Hindu, yaitu Moksa, juga tidak
mensyaratkan iman, tetapi pengetahuan tentang Tuhan dan Jiwa melalui pengalaman
langsung (jnana), cinta kasih dan pelayanan kepada Tuhan dan manusia (bhakti)
dan kerja tanpa pamerih peribadi, tetapi untuk kepntingan orang banyak (karma).
Tujuan tertinggi dari agama Hindu, Moksa, adalah pembebasan dari tumimbal
lahir, bukan bebas dari siksa neraka.ini sangat berbeda dengan kitab suci agama
lain, yaitu Kristen dan Islam. Alkitab setidaknya memiliki 100 ayat yang bicara
tentang neraka; Qur’an memiliki 500 teks yang merujuk neraka. Weda yang berisi
sekitar 22.000 mantra hanya mempunyai 3 teks tentang neraka. Kata-kata negatif
yang mengandung kebencian dan kekerasan, bahkan atau apalagi yang berasal dari
sabda Tuhan, bila terlalu banyak, dan sering dibaca atau didengar, akan menjadi
ideal dalam kesadaran manusia, yang akan ikut membentuk karakternya. Bila
kebencian itu mewujud dalam tindaakan kekerasan seperti pembunuhan, penyiksaan,
dan pembakaran atas orang-orang yang dianggap sesat, itu akan dianggap hal yang
semestinya . Sesuai dengan metafisika Hindu, jiwa pada hakikatnya adalah Atman/Brahman. Dengan demikian tidak
logis bila Tuhan menciptakan neraka bagi bagian, atau percikn dari diriNya
sendiri. Tradisi agama-agama yang menakut-nakuti manusia dengan ancaman api
neraka yang kejam dan menjanjikan surga tempat manusia memuaskan atau
memanjakan nafsu hewani purba, untuk memaksa keta’atan manusia, adalah hasil khayalan dari suatu masyarakat yang
masih barbar dan rendah kesadaran spiritualnya.
Surga
atau Svarga dalam Hindu berarti pergi
menuju dan menjadi satu dengan cahaya. Namun surga juga bukan tujuan akhir
dalam agama Hindu karena surga itu sendiri adalah fana(sementara). Jalan untuk
manusia untuk masuk ke alam svarga tampaknya banyak yakni : pengorbanan
(yadnya) adalah cara paling utama untuk mencapai surga, para pertapa atau
sanyasi mencapai surga melalui tapa, para pahlawan melalui keberaniannya, para
orang tua melalui kesetiaanya pada rta
(tatanan kosmos), dan para penyair melalui saajak-sajak atau nyanyian mereka.
Didalam surga Hindu, tidak ada perbedaan gender. Gender atau jenis kelamin
adalah sifat badan kasar (sthula sarira). Kepuasan yang diperoleh oleh tubuh,
lebih tepat disebut kenikmatan atau kesenangan daripada kebahagiaan. Mereka
hanya bersifat sementara, dan diikuti oleh penderitaan. Mahluk yang hanya
memuaskan badannya dengan makan, minum, dan seks, di dalam Hindu disebut
sebagai raksasa. Bentuk luarnya seperti manusia tetapi pikiran, perkataa dan perilakuya
belum beranjak jauh dari binatang.
Jadi
apakah neraka daan surga seperti yang
telah dijelaskanmenjamin adanya kebahagiaan bagi semua manusia? Semuanya
menjamin bahwa ada keabadian. Hanya bentuk dan tempatnya berbeda-beda. Agama
Kristen dan Islam menyatakan manusia akan abadi setelah kiamat dan pengadilan
akhir, dengan jiwa dan badan, didalm kenikmatan surga atau siksaan neraka.
Hindu mengatakan yang abadi adalah jiwa. Surga dan neraka bersifat sementara,
yang kekal adalah Moksa.
Tujuan
utama dari penulisan buku ini adaalah untuk memberikan informasi kepada
masyarakat Hindu, guna memperluas wawasan mereka tentang eskatologi Surga dan
Neraka. Tujuan berikutnya adalah menumbuhkan pengertian bahwa setiap agama
memiliki surga dan nerakanya sendiri, yang berbeda isi dan fasilitas yang
disediakan didalamnya dan cara memperolehnya. Dengan demikian pemeluk agama
tertentu tidak perlu merasa khawatir surganya akan direbut oleh pemeluk agama
lain. Sebab orang-orang Hindu belum
tentu menginginkan surga Kristen yang menawarkan kemewahan dunia, atau surga
Islam yang menjanjikan pemuasan nafsu sensual tanpa batas.
Di
masa ini dalam penggunaan sehari-hari pasangan dua kata ini biasanya diucap
dalam istilah “surga-neraka”. Orang-orang mengenal istilah ini sebagai
kata-kata biasa dalam kotbah-kotbah agama akan tetapi mereka hanya mengetahui
sebagian kecil dari banyak makna yang terkandung dalam kata-kata tersebut.
Buku
ini menuliskan situasi yang berbeda pada setiap agama dalam satu buku pada
kondisi saat ini yang dapat diterima. Seluruh rangkaian kata-katanya sangat
sesuai dengan keadaan ketiga agama saat ini.
Kelemahan
dari buku ini adalah ada sedikit penulisan singkatan-singkatan yang tidak mudah
dimengerti apa maksudnya. Ada beberapa tulisan singkatan pada halaman depan
yang dimaksudkan untuk mempermudah pembaca menemukan arti singkatan tersebut.
Akan tetapi justru ini menyulitkan pembaca dan membuat pembaca repot untuk
mebalik ke halaman depan. Ada juga singkatan yang tidak tertera dalam daftar
singkatan. Buku ini memakai bahasa yang agak sedikit rumit dan banyak
menggunakan kata-kata sulit yang sepertinya tidak bisa dimengerti untuk
kalangan anak muda 15 tahun ke bawah. Gambar dalam buku sedikit dan tidak jelas
sehingga membuat sangat membosankan untuk di baca karena hanya ada tulisan yang
panjang.
Kelebihan
buku ini mengandung banyak informasi mengenai surga dan neraka yang dikemas
dalam balutan kata-kata rohani yang indah. Banyak pertanyaan dalam benak saya
selama ini yang terungkap setelah membaca buku ini. Buku ini sangat cocok
dibaca untuk orang-orang yang kritis dalam menilai sudut pandang berbagai agama
mengenai sesuatu perbedaaan. Ilustrasi gambar untuk surga dan neraka setiap agama
cukup menarik untuk disimak.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar