Jumat, 02 Januari 2015

hai guys! tau gak sih sekarang aku dah jadi Mahasiswa looh ! ehem jadi Mahasiswa itu asik-asik berat. why? asiknya ya karena gak mesti sekolah jam 7 pagi dari senin sampe sabtu. jadi kita sekolah tergantung dosen.tapi beratnya itu ada di tugas.. laah iya kita sekolah cuma 5 hari dalam seminggu, tapi tugas bisa di kerjaaen sampe 7 hari dalem seminggu! dan gak ada toleransi kayak waktu SMA yg bole ngumpulin kapan aja seenak jidat bahkan sampe di tungguin sama ibu/bapak guru. kalo sama dosen? aduh boro-boro di tungguin... yaah adanya malah dicuekin.. dikumpulin, dapet nilai.. gak di kumpulin ya sudah tanggung sendiri akibatnya. peraturan tak tertulis yang mutlak d Universitas adalah "Dosen tidak pernah salah alias Dosen selalu benar!" jangan pernah sekali-kali ngelawan dosen, apalagi yang killer! beuuh walopun sepinter apa juga pasti gak bakaln dapet IP (Indeks Prestasi) yang baguss... gak adil? emank! Universitas itu uda kayak hutan belantara yang menganut sistem Hukum rimba. siapa yang kuat bertahan dialah yang menang... 
batu-baru ini aku dapet tugas meresensi buku agama. di suruh beli 2 buku setebel guling -__- buset bacanya aja males, gambarnya cuma sedikit sih (maklum kebiasaan baca komik). tapi mau gak mau harus segera di kumpulin.... haaaaah aku kan bukan tipe cewek yang suka baca-baca buku ngebosenin kayak gono.. tapi ya mau gak mau harus tetap beli, baca, dan kerjakan. tapi setelah aku baca-baca ternyata banyak manfaatnya juga loh (mulai insap kali ya?) coba deh kalian simak resensi aku. walopun gak bagus-bagus amat sih,, jangan di hina ya pliss (nanti aku sedih -__-) mungkin banyak slahnya, dimaklumin aja yah...




RESENSI BUKU

“Surga dan Neraka Tiga Agama”
(Suatu Studi Komparatif)
Penulis Ngakan Made Madrasuta, Penerbit MEDIA HINDU, Terbitan tahun 2014 , Tebal xx+275 halaman

Oleh:
 Ni Wayan Satya Ayu Wiresti
NIM : E1D014037

Neraka adalah tempat penyiksaan yang sangat kejam, terhadap orang-orang berdosa, sebagian besar karena beriman yang salah atau tidak beriman, kurangnya ibadah dan juga karena pelanggaran atas moral. Surga digambarkan sebagai tempat yang indah, mewah, bagi orang-orang beriman, yang rajin beribadah. Karena itu orang-orang yang ingin menikmati hidup bahagia di surga lebih taat beribadah dan lebih banyak melakukan perbuatan baik. Agama memberikan gambaran surga dan neraka untuk membuat penganutnya melakukan perbuatan yanng mulia. Akan tetapi John Lennon, pemimpin band “The Beattles” yang disebut sebagai kelompok pemusik paling terkenal di abad 20 an dalam lagunya Imagine menyatakan pendapat lain : seandainya tidak ada surga,neraka, negara, kepemilikan, semua manusia didunia akan hidup dalam damai. Lalu bagaiman menurut Tiga agama (Kristen, Islam , Hindu) mengenai Surga dan Neraka?
Menurut agama Kristen kata hell dalam Alkitab berbahasa Inggris diterjemahkan dari sheol (bahasa Ibrani ) dan gehenna (bahasa Yunani). Gehenna menunjukkan tempat yang ditetapkan oleh Tuhan sebagai penghukuman dari orang-orang jahat setelah kematian adalah mutlak bagi pemahaman Kristen. Gehenna dalam perjanjian baru, digambarkan sebagai tempat dimana jiwa dan tubuh hancur (Matius 10.28) dalam “api yang tak terpadamkan” (Markus 9.43). Kata ini diterjemahkan sebagai hell (neraka) atau hell fire (api neraka) dalam versi bahasa inggris. Sedangkan banyak alkitab versi modern, seperti New International Version, menerjemahkan sheol sebagai  “kuburan “ dan hanya transliterasi hades. Umumnya disepakati bahwa sheol dan hades biasanya tidak mengacu pada tempat hukuman kekal, tapi kepada kuburan, tempat tinggal, sementara orang mati, dunia bawah. Kristen percaya bahwa Allah itu adil dan fair, sehingga tidak bisa membiarkan kejahatan tidak dihukum. Beberapa orang Kristen percaya bahwa neraka adalah tempat siksaan dan penderitaan, dan pemisahaan dari Allah. Lainnya(sebagian besar) percaya bahwa neraka adalah keadaan rohani yang terpisah dari Tuhan secara kekal. Kristen memandang neraka umumnya sebagai tempat atau keadaan dimana jiwa-jiwa orang yang terkutuk menderita konsekuensi dari dosa-dosa mereka selamanya. Menurut Dr. Jaerock Lee dalam bukunya yg berjudul “NERAKA” ia telah memperoleh verifikasi langsung dari Allah setelah puasa dan berdoa selama 7 tahun , bahwa betapa kejam dan sadisnya siksaan di neraka Kristen. Contoh pertama adalah hukuman di Hades. Hades adalah tempat penantian sementara, letaknya di lapisan paling atas neraka. Hades itu gelap dan lembab, dan jiwa-jiwa dapat merasakan panas yang menyengat disana. Jiwa-jiwa yang tidak diselamatkan akan terus menerus disiksa dengan pukulan, patukan, dan cabikan.
Sedangkan The Oxford Dictionary of World Religions memberikan definisi atau gambaran singkat tentang  surga Kristen sebagai berikut : Surga dipandang sebagai tempat tinggal Tuhan dan para malaikat, dan akhirnya semua orang yang ditebus dosanya , dimana mereka menerima upah mereka yang abadi. Doktrin Katolik tradisional berpendapat bahwa jiwa dari mereka yang meninggal dalam keadaan rahmat, yang telah pertama-tama dibersihkan dari dosa-dosa mereka di dalam api penyucian (purgatory, menurut Katolik) akan masuk surga, dimana mereka menikmati kebahagiaan sempurna. Di surga orang Kristen yang beriman memiliki tubuh peralihan (intermediate body), yang berbeda dari tubuh yang dibangkitkan yang akan dimiliki oleh semua pengikut Yesus pada saat pengangkatannya dari bumi ke surga. Orang Kristen percaya akan mengingat kehidupan mereka di bumi  dan akan meneruskan hubungan mereka dengan keluarga dan teman-teman di Surga dan bisa terus melakukan aktifitas-aktifitas seperti bermain bowling, golf, berpesta, dan lain-lain. Di surga, orang-orang percaya akan menyembah Tuhan , hakim dan aturan ( I Korintus 6:2-3), membangun kembali kota (Amos 9:14, Yesaya 61:4), menulis musik (Wahyu 14:13), pertanian, memelihara ternak, dan terus menggunakan bakat/talenta mereka yang diberikan Tuhan yang mereka miliki di bumi untuk menghormati Tuhan, menurut sarjana Injil Dr. Paul Enns. Oleh karena itu bisa ditarik kesimpulan dari pernyataan Jaerock dan Enns, bahwa kehidupan di surga sama dengan di Bumi, akan tetapi lebih baik, berarti di surga ada perkawinan dan hubungan seksual akan tetapi lebih baik.
Di dalam Islam Neraka disebut ‘Jahannam’ dan manusia sebagai bahan bakar untuk api Jahannam bersama dengan jin kafir dan batu . Jahannam (Ibrani: gehinom, Yunani : gehenna), seringkali disebutkan dalam Quran. Kata ini artinya neraka, memiliki tujuh pintu (39.71;15.43), dan tingkat yang berbeda. Tujuh pintu ini mewakili tujuh anggota tubuh manusia yang merupakan sumber kedurhakaan, yaitu : mata, telinga, lidah, perut, kemaluan, kaki, dan tangan. Tiap-tiap pintu untuk kelompok tertentu. Ada ulama yang mengartikan pintu sebagai tempat masuk, ulama lain mengartikan sebagai tingkat. Uraian Al-Qur’an tentang neraka sungguh-sungguh mengerikan. Neraka adalah “api yang berkobar-kobar, mengelupaskan kulit kepala. Dia adalah api yang disiapkan Allah berkobar dan (membakar) sampai ke hati, dia ditutup rapat atas mereka, mereka diikat pada tiang-tiang yang panjang”.Menurut Wikipedia, Jahannam digambarkan memiliki tujuh gerbang, masing-masing untuk kelompok orang-orang berdosa tertentu; para pendosa itu memiliki derajat-derajat (atau tingkatan) berdasarkan perbuatan mereka dan orang-orang munafik berada di tempat terdalam Jahannam. Jahannam juga dikenal dengan nama Arab yang berbeda seperti dikutip dalam Al-Qur’an : Hawia, Jahim, Saqr, Hutama, Nar, Way, Al Athab.Malik adalah penjaga gerbang neraka. Malik di dalam Hadis juga memberikan citra fisik Jahannam dengan mengklaim bahwa api Jahannam adalah tujuh puluh kali lebih besar daripada api bumi dalam bab 57, Jahannam hadis nomor 1. Ia juga menggambarkan bahwa api sebagai “lebih hitam dari aspal”. Orang-orang pendosa  Penghuni neraka pun makan dan minum, tetapi makanannya adalah ghislin yakni “darah dan nanah”. Ada juga makanan “dhari” yakni “pohon yang berduri yang tidak menggemukkan dan tidak pula menghilangkan rasa lapar. Buahpun tersedia, tetapi buah Zaqqum “Ia adalah makanan pendurhaka, ia bagaikan kotoran minyak yang mendidih di dalam perut, seperti mendidihnya air yang sangat panas”. Berbagai kelompok orang yang akan dikirim ke Jahannam meliputi : orang-orang kafir, orang-orang munafik, musyirik, ahli kitab (Yahudi dan Kristen) yang menolak kebenaran, orang sombong penolak kebenaran , orang-orang berdosa dan penjahat, tiran, orang-orang yang tidak adil, orang yang melampaui batas, penyembunyi wahyu Allah, penganiaya orang-orang beriman (Muslim),orang-orang yang bunuh diri, dan para pembunuh. Al-Bukhari dalam buku 72:834 menambahkan daftar  penghuni Jahannam dengan menyatakan “Orang-orang yang akan menerima hukuman terberat dari Allah adalah pembuat gambar”(pelukis, dapat juga ditambahkan pematung, pembuat film). Mayoritas penghuni neraka adalah perempuan karena mereka tidak berterimakasih kepada suami mereka.
Sedangkan istilah Arab untuk Surga adalah Janna, ‘kebun’ dan firdaws, (paradise dalam bahasa Inggris). Al-Qur’an menyebut jannat al-na’im ‘kebun kenikmatan’ (10.9); jannat ‘Adn, ‘Taman Eden’(19.62; 61.12); taman yang dibawahnya sungai-sungai mengalair (3.137; 61.12). gambaran surga Islam menurut Wikipedia  : Bahasa Arab “Jannah” artinya tempat yang kekal bagi umat Islam , adalah konsepsi  Islam tentang surga. Kata Arab Jannah dalam versi singkat berarti hanya “Kebun”. Deskripsi surga disebutkan secara sangat rinci dalam Al-Qur’an, hadis dan tafsir tradisional. Surga digambarkan dikelilingi oleh delapan gerbang utama, masing-masing tingkat umuumnya dibagi menjadi seratus derajat.
Menurut hadis , ada delapan pintu Jannah, yang nama-namanya dalah sebagai berikut:
1.      Bab al-Salah : Bagi mereka yang tepat waktu dalam salat (sembahyang).
2.      Bab al- jihad : bagi mereka yang mengambil bagian dalam jihad (perang untuk membela dan menyebarkan Islam).
3.      Bab al-Shadaqah : Bagi mereka yang memberi amal lebih sering.
4.      Bab al-Rayyan : Bagi mereka yang berpuasa (shaum)
5.      Bab al-Hajj       : Bagi mereka yang berpartisipasi dalam ziarah tahunan (naik haji)
6.      Bab al-Kazimin al-Ghayz wa-al-‘Afin’ an al-Nas : Bagi mereka yang menahan kemarahan ereka dan mengampuni orang lain.
7.      Bab al-ayman : Bagi mereka yang berdasarkan iman mereka diselamatkan dari pembalasan dan siksa.
8.      Bab al-Dzikr : Bagi mereka yang menunjukan semangat dalam mengingat Allah.

 Level tertinggi dikenal sebagai Firdaws (kadang disebut Eden). Ini akan dimasuki pertama oleh Muhammad, diikuti kemudian oleh mereka yang hidup dalam kemiskinan, dan kemudian yang paling saleh. Rombongan ini akan disambut oleh malaikat dengan salam perdamaian atau As-Salamu Alaykum. Mereka yang meninggal dalam perang jalan Allah (jihad) dijamin masuk surga dengan segera.Menurut  Al-Qur’an, kriteria dasar untuk keselamatan di akhirat adalah iman (keyakinan) pada satu Tuhan (tauhid), pengadilan akhir , perbuatan baik, dan akan semua utusan Allah, serta percaya bahwa Muhammad adalah nabi Allah terakhir.Teks-teks Islam menggambarkan kehidupan bagi penduduk surga sebagai : hidup bahagia – tanpa luka, sedih, takut atau malu – dimana setiap keinginan terpenuhi. Satu hari di surga dianggap saama dengan seribu tahun di bumi. Muhammad mengatakan surga dibuat dari bata merah dari emas dan bata merah dari perak. Batu-batunya berupa intan dan yakut, sedangkan tanah-tanahnya adalah za’faran.  Istana-istana tempat tinggal para penghuni surga di buat dari batu bata emas, perak , mutiara, dll. Di surga mereka tidak tidur, karena tidur saudaranya mati, sehingga mereka selalu dalam kesibukan yang menyenangkan. Sekali-kali mereka bercengkrama, di lain kali mereka menengok ke neraka, melihat kenalannya di dunia. “Maukah kamu (wahai kawan-kawan penghuni surga) pergi meninjaunya (dan melihat temannya di dunia dulu yang kini ada di neraka). Maka merekapun pergi . ada kenikmatan melihat orang lain, apalagi teman sendiri yang menderita sedangkan diri sendiri berbahagia untuk mengetahui atau menyadari betapa  beruntungnya dirinya. Senang melihat orang susah. Bahagia karena ada orang lain yang menderita, atau menikmati penderitaan orang lain denagn bahagia. Orang menilai, Al-Qur’an hanya menguraikan kenikmatan surga untuk kaum pria. Salah satu buktinya antara lain uraian tentang istri-istri (jumlahnya lebih dari 2, ada yang mengatakan sampai 72 orang ) yang akan mendampingi kaum pria, dan dinilai suci dari haid. Menurut Quraish Shihab, kalaupun Qur’an hanya bicara tentang isri-istri yang disiapkan untuk kaum pria, ini bertujuan memelihara rasa malu wanita galibnya enggan dinilai berhasrat terhadap pria. Ada juga yang mengatakan para istri dan kaum perempuan di dunia tidak disebutkan mendapat suami-suami di surga karena Muhammad tidak ingin menyinggung perasaan para sahabatnya, bila istri-istri mereka melakukan hubungan seksual dengan laki-laki lain. Muhammad sendiri juga banyak punya istri. Quraish menafsirkan kata Hur’ris dari kaedah bahasa Arab yang bisa berarti netral, feminin maupun maskulin. Hur’ris bisa berarti bidadari maupun bidadara. Jadi dengan demikian, bukan hanya laki-laki yang mendapat istri perawan, tetapi para muslimah penghuni surga pun mendapat suami-suami yang perjaka.
 Terlepas dari tempat tinggal bagus dan kenikmatan lainnya, persetujuan Allah dan kedekatan dengan Dia dianggap lebih besar. Menurut Al-Qur’an, Allah akan membawa umat pilihan ke dekat tahtanya (‘arsy, kursinya), suatu hari dimana “beberapa wajah akan bersinar di dalam merenungkan Tuhan mereka “.

Kristen dan Islam berlomba-lomba dalam kebengisan, kekejaman, kesadisan dan kebrutalan melalui nerakanya masing-masing. Perbedaan besar antara Jahannam da neraka di Kekristenan adalah ide tentang tingkat yang berbeda. Kristen melihat neraka sebagai “jurang maut tanpa dasar”, sedangkan Jahannam diyakini memiliki tujuh tingkat, masing-masing untuk dosa-dosa yang berbeda.
Sedangkan untuk Surga, di dalam surga Islam, tidak dijelaskan apa pekerjaan para penghuninya, kecuali bermalas-malasan diatas divan emas selama 70 tahun, pergi ke pasar setiap Jumat, bertamasya ke neraka untuk melihat-lihat penyiksaan di sana, makan, minum, yang melimpah ruah, serta melakukan hubungan seksual dengan para istrinya, tanpa kenal lelah. Di Surga Kristen, menurut Jaerock Lee, ada kebaktian mingguan yang dipimpin langsung oleh Allah. Apakah mereka juga merayakan natal, paskah dll, tidak dijelaskan. Demikian juga tidak ada penjelasan apakah orang-orang muslim penghuni surga melakukan ibadah Islam seperti salat lima waktu, salat jumat, puasa dll. Mereka tampaknya sibuk melakukan hal-hal yang menyenangkan.
Lalu bagaimana dengan Hindu?
Neraka dan surga dalam Hindu berasal dari bahasa Sansekerta, ‘Naraka’ dan ‘Svarga’. Neraka di dalam Sruti pada awalnya bersifat alegoris (perumpamaan), pertama-tama dialami sebagai negasi (kontradiksi atau penolakan) kemudian dikembangkan dalam imajinasi yang kaya di dalam Purana. Bagi para maharesi Weda neraka adalah asat, ketiadaan eksistensi, ketiadaan realitas (non-being) atau kematian yang menakutkan. The Oxford Dictionary of World Religions menjelaskan tentang neraka sebagai berikut: Naraka ( Pali: Niraya)  dalam agama Hindu dan Buddha, adalah keadaan hukuman, sejajar dengan neraka dalam agama lain. Tetapi dalam kedua agama ini, hukuman itu tidak permanen, karena kelahiran kembali (reinkarnasi, punarbhava) terus berlanjut. Didalam agama Hindu ada banyak neraka – jumlahnya berbeda-beda di dalam berbagai pustaka (umumnya Purana) berkisar antara 10-21 –semuanya dengan sub-sub bagian masing-masing. Swami Harshananda dalam A Concise Encyclopedia of Hinduism, menjelaskan tentang neraka sbb: Naraka secara definisi artinya ‘pergi ke bawah’ atau ‘suatu tempat dimana tidak ada kebahagiaan sama sekali’. Yama dianggap sebagai penguasa dari wilayah kematian dari istananya yang disebut ‘Sanyamani’ yang agung dan indah. Satu bagian dari ibu kotanya merupakan tempat bagi berbagai naraka kemana orang-orang yang berbuat jahat dikirimkan. Ramanuja, filsuf utama Visistadvaita Vedanta dengan tegas mengatakan tidak ada neraka di dalam agama Hindu, jiwa manusia yang belum mencapai surga dan Moksa langsung lahir kembali kedunia menurut karma phala yang sudah di buatnya semasa hidup. Karma phala sendiri artinya hasil perbuatan yang setimpal dengan tindakan. Tidak lebih tidak kurang. Tidak ada upah berlebihan, demikian juga tidak ada hukuman yang eksesif, apalagi bersifat kekal atau abadi. Mereka lahir kembali ke dunia ini, yang disebut samsara, atau dunia yang terus berubah, senang-sedih, bahagia-menderita, sehat-sakit, lahir-mati. Sifat hukuman ataau penderitaan di dalam Hindu bukanlah balas dendam (retribusi) tetapi untuk mendididk dan memperbaiki diri (rekonstruksi). Manusia diberikan kesempatan untuk memperbaiki dirinya dengan bertindak benar (subha karma).
Hindu tidak menekankan iman yang benar (ortodoksi), tetapi lebih pada tindakan yang benar (ortopraksi). Tujuan tertinggi dalam Hindu, yaitu Moksa, juga tidak mensyaratkan iman, tetapi pengetahuan tentang Tuhan dan Jiwa melalui pengalaman langsung (jnana), cinta kasih dan pelayanan kepada Tuhan dan manusia (bhakti) dan kerja tanpa pamerih peribadi, tetapi untuk kepntingan orang banyak (karma). Tujuan tertinggi dari agama Hindu, Moksa, adalah pembebasan dari tumimbal lahir, bukan bebas dari siksa neraka.ini sangat berbeda dengan kitab suci agama lain, yaitu Kristen dan Islam. Alkitab setidaknya memiliki 100 ayat yang bicara tentang neraka; Qur’an memiliki 500 teks yang merujuk neraka. Weda yang berisi sekitar 22.000 mantra hanya mempunyai 3 teks tentang neraka. Kata-kata negatif yang mengandung kebencian dan kekerasan, bahkan atau apalagi yang berasal dari sabda Tuhan, bila terlalu banyak, dan sering dibaca atau didengar, akan menjadi ideal dalam kesadaran manusia, yang akan ikut membentuk karakternya. Bila kebencian itu mewujud dalam tindaakan kekerasan seperti pembunuhan, penyiksaan, dan pembakaran atas orang-orang yang dianggap sesat, itu akan dianggap hal yang semestinya . Sesuai dengan metafisika Hindu, jiwa pada hakikatnya  adalah Atman/Brahman. Dengan demikian tidak logis bila Tuhan menciptakan neraka bagi bagian, atau percikn dari diriNya sendiri. Tradisi agama-agama yang menakut-nakuti manusia dengan ancaman api neraka yang kejam dan menjanjikan surga tempat manusia memuaskan atau memanjakan nafsu hewani purba, untuk memaksa  keta’atan manusia, adalah  hasil khayalan dari suatu masyarakat yang masih barbar dan rendah kesadaran spiritualnya.
Surga atau Svarga dalam Hindu berarti pergi menuju dan menjadi satu dengan cahaya. Namun surga juga bukan tujuan akhir dalam agama Hindu karena surga itu sendiri adalah fana(sementara). Jalan untuk manusia untuk masuk ke alam svarga tampaknya banyak yakni : pengorbanan (yadnya) adalah cara paling utama untuk mencapai surga, para pertapa atau sanyasi mencapai surga melalui tapa, para pahlawan melalui keberaniannya, para orang tua melalui kesetiaanya pada rta (tatanan kosmos), dan para penyair melalui saajak-sajak atau nyanyian mereka. Didalam surga Hindu, tidak ada perbedaan gender. Gender atau jenis kelamin adalah sifat badan kasar (sthula sarira). Kepuasan yang diperoleh oleh tubuh, lebih tepat disebut kenikmatan atau kesenangan daripada kebahagiaan. Mereka hanya bersifat sementara, dan diikuti oleh penderitaan. Mahluk yang hanya memuaskan badannya dengan makan, minum, dan seks, di dalam Hindu disebut sebagai raksasa. Bentuk luarnya seperti manusia tetapi pikiran, perkataa dan perilakuya belum beranjak jauh dari binatang.

Jadi apakah neraka daan surga  seperti yang telah dijelaskanmenjamin adanya kebahagiaan bagi semua manusia? Semuanya menjamin bahwa ada keabadian. Hanya bentuk dan tempatnya berbeda-beda. Agama Kristen dan Islam menyatakan manusia akan abadi setelah kiamat dan pengadilan akhir, dengan jiwa dan badan, didalm kenikmatan surga atau siksaan neraka. Hindu mengatakan yang abadi adalah jiwa. Surga dan neraka bersifat sementara, yang kekal adalah Moksa.

Tujuan utama dari penulisan buku ini adaalah untuk memberikan informasi kepada masyarakat Hindu, guna memperluas wawasan mereka tentang eskatologi Surga dan Neraka. Tujuan berikutnya adalah menumbuhkan pengertian bahwa setiap agama memiliki surga dan nerakanya sendiri, yang berbeda isi dan fasilitas yang disediakan didalamnya dan cara memperolehnya. Dengan demikian pemeluk agama tertentu tidak perlu merasa khawatir surganya akan direbut oleh pemeluk agama lain. Sebab orang-orang  Hindu belum tentu menginginkan surga Kristen yang menawarkan kemewahan dunia, atau surga Islam yang menjanjikan pemuasan nafsu sensual tanpa batas.

Di masa ini dalam penggunaan sehari-hari pasangan dua kata ini biasanya diucap dalam istilah “surga-neraka”. Orang-orang mengenal istilah ini sebagai kata-kata biasa dalam kotbah-kotbah agama akan tetapi mereka hanya mengetahui sebagian kecil dari banyak makna yang terkandung dalam kata-kata tersebut.
Buku ini menuliskan situasi yang berbeda pada setiap agama dalam satu buku pada kondisi saat ini yang dapat diterima. Seluruh rangkaian kata-katanya sangat sesuai dengan keadaan ketiga agama saat ini.

Kelemahan dari buku ini adalah ada sedikit penulisan singkatan-singkatan yang tidak mudah dimengerti apa maksudnya. Ada beberapa tulisan singkatan pada halaman depan yang dimaksudkan untuk mempermudah pembaca menemukan arti singkatan tersebut. Akan tetapi justru ini menyulitkan pembaca dan membuat pembaca repot untuk mebalik ke halaman depan. Ada juga singkatan yang tidak tertera dalam daftar singkatan. Buku ini memakai bahasa yang agak sedikit rumit dan banyak menggunakan kata-kata sulit yang sepertinya tidak bisa dimengerti untuk kalangan anak muda 15 tahun ke bawah. Gambar dalam buku sedikit dan tidak jelas sehingga membuat sangat membosankan untuk di baca karena hanya ada tulisan yang panjang.

Kelebihan buku ini mengandung banyak informasi mengenai surga dan neraka yang dikemas dalam balutan kata-kata rohani yang indah. Banyak pertanyaan dalam benak saya selama ini yang terungkap setelah membaca buku ini. Buku ini sangat cocok dibaca untuk orang-orang yang kritis dalam menilai sudut pandang berbagai agama mengenai sesuatu perbedaaan. Ilustrasi gambar untuk surga dan neraka setiap agama cukup menarik untuk disimak.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar